TravelWisata

Berkunjung ke Makam Terpendam – Asta Bujuk Panaongan Sumenep

Wisata ReligiAsta Buyuk Panaongan yang juga biasa disebut Asta Buju’ Panaongan merupakan jenis wisata religi di Kota Sumenep yang dapat anda kunjungi. Asta Bujuk Panaongan ini tepatnya terdapat di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep.

Asta Bujuk Panaongan Sumenep

Di pesisir Kampung Benteng, Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan, 37 km dari arah utara Sumenep, telah ditemukan sebuah kompleks makam tua yang umurnya diperkirakan berusia 700 tahun. Makam berjumlah hampir 47 buah itu ditemukan penduduk setelah terpendam pasir sedalam lima meter. Kompleks Makam inilah yang kemudian dikenal masyarakat luas sebagai Asta Buju’ Panaongan. Namun, tidak sembarangan orang yang akan mengunjungi lokasi makam bisa masuk. Meski begitu, warga Desa Panaongan sudah menyediakan tempat untuk bertahlil bagi Penziarah yang ingin mengirimkan do’a baik pada waktu siang ataupun malam hari.

Jika anda berkunjung ke makam ini, selain untuk berziarah, anda juga akan menemukan pemandangan pantai yang indah dengan pohon–pohon kelapa yang menjulang tinggi dan hembusan angin semilir yang menyejukkan di bagian belakang kompleks pemakaman.

Tak ada ruginya apabila kita lewat pasongsongan mampir ke asta buju’ panaongan ini tepatnya desa Panaongan. Wisata religi ini termasuk wisata religi di Kabupaten Sumenep. Astah Buju’ Panaongan ini terletak di pantai bisa di katakan pinggir pantai meskipun banyak pasir yang menjulang bagai gunung.

Tidak hanya di asta tinggi ataupun asta lainnya saja yang banyak pengunjungnya, Disini terdapat banyak pengunjung meskti jumlahnya tidak seperti di asta tinggi ataupun asta-asta yang terkenal di daerah sumenep. Wisatawan yang datang kesini bukan hanya orang lokal saja melaikan banyak wisatawan yang berasal dari luar kota seperti pamekasan, bangkalan, sampang ada juga wisatawan yang berasal dari luar madura

Sejarah Asta Bujuk Panaongan, Pasongsongan Sumenep

Kronologi penemuan Buju’ Panaogan pada tahun 1999 itu berawal dari seorang penduduk setempat yang berprofesi sebagai nelayan. Nelayan tersebut singgah di muncar banyuwangi karena kehabisan bahan bakar untuk pilang dan tidak ada hasil tangkapan yang bisa dijual. Kemudian salah satu dari mereka mengunjungi seorang kiyai dengan tujuan mohon berkah agar hasil tangkapan mereka berlimpah, setelah terwujud dengan hasil tangkapan yang banyak dan sudah punya modal untuk membeli bahan bakar, maka mereka di suruh pulang dan diberi tugas oleh kiyai tersebut untuk mencari sebuah pemakaman yang terkubur di daerah dekat kediaman nelayan tersebut. Tetapi dengan syarat jangan mencari jika tidak ada tanda-tanda tertentu. Setelah tiga hari setelah kepulangannya barulah tanda yang dimaksud muncul yaitu berupa seberkas cahaya yang jatuh diatas hamparan pasir. Setelah digali, dibawah pasir tersebut ditemukan sejumlah batu nisan.

Baca juga:  Wisata Kuliner Menikmati Sate Lalat, Sate Minimalis dari Pamekasan

Makam pertama yang ditemukan dan dimungkinkan adalah makam orang yang berasal dari cina, sebab pada batu nisan bertuliskan “Ummingtai” tahun 1218, kemudian makam Syech Al Arief Abu Said tahun 1112 dan lain-lain namun yang tertera di batu nisan tersebut tidak menyebutkan apakah tahun masehi atau tahun hijriyah. Tetapi Syech Al Arief ditenggarai ada hubungannya dengan kerajaan Batu Putih (Sergang) namun secara detail tidak diketahui asal usulnya. Saat ini asta buju’ panaongan ini banyak dikunjungi oleh peziarah dari seluruh penjuru karena dianggap karomah.

Oke! Sahabat blogger, sampai disini saja penjelasan singkat dari kami ya.. Klik tombol like untuk mendapatkan informasi update terbaik dari kami. Dan tekan tombol share dibawah ini bagikan ke teman-teman kalian ya guys…

Terimakasih sudah berkunjung! 😊

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker