Budaya Madura yang Telah Mendunia, “Kerapan Sapi”

By | Desember 6, 2018

Budaya – Mendengar kata Kerapan Sapi yang terlintas pertama kali dalam pikiran kita adalah Pulau Madura. Ya, pulau madura terkenal sekali dengan budaya khas yang satu ini. Wisatawan Luar Negeri sangat menyukai atraksi ini. Bull Race (Pacuan Sapi) mereka menyebutnya..

Kerapan Sapi

 Sejarah Kerapan Sapi

Karapan sapi yang merupakan perlombaan pacuan sapi yang berasal dari Madura, bagi kebanyakan masyarakat Madura khususnya di Kabupaten Sumenep karapan sapi tidak hanya sebuah pesta rakyat atau acara yang diselenggarakan tiap tahun yang diwarisi secara turun temurun. Tetapi sebagai simbol yang dapat mengangkat harkat dan martabat masyarakat Sumenep, karena sapi yang digunakan untuk pertandingan merupakan sapi-sapi yang berkualitas sangat baik tentu dengan perlakuan yang istimewa pula. Sapi-sapi yang digunakan dalam perlombaan Karapan Sapi adalah sapi jantan yang kekuatan berlarinya lebih kuat dan cepat dibandingkan sapi betina. Karapan sapi diadakan setiap bulan Agustus dan September. Sejarah terbentuknya konon acara Kerapan Sapi ini dikenalkan oleh Pangeran Katandur dari Pulau Sapudi, Sumenep di abad 13.

Cerita Kerapan Sapi berawal dari keinginan sang pangeran yang ingin membajak ladang dengan memanfaatkan tenaga sapi, kemudian sang pangeran terus membajak ladang secara tekun dengan sapinya. Tidak hanya membajak, ia juga mengolah ladang tersebut menjadi area persawahan. Dari tanah tandus kemudian berubah menjadi lahan sawah yang subur.

Melihat ide seperti itu, masyarakat juga akhirnya mengikuti jejak Sang Pangeran hingga tanah di Pulau Sapudi yang tadinya gersang kemudian berubah menjadi subur dan bisa ditanami padi. Akhirnya, hasil panen pun melimpah dan Pulau Sapudi berubah menjadi daerah yang subur dan makmur. Setiap masa panen tiba, warga termasuk pangeran merasa gembira dengan hasil panen yang melimpah.

Budaya Madura yang Telah Mendunia, "Kerapan Sapi"
Budaya Kerapan Sapi “Bull Race”
Baca juga:  Menikmati Nasi Romi Kuliner Khas Asal Sumenep

Pangeran Ketandur, kemudian memiliki ide untuk mengajak warga agar diadakan balapan sapi. Tanah sawah yang sudah dipanen itulah yang kemudian dimanfaatkan menjadi area balapan sapi. Dari situlah budaya Kerapan Sapi ini kemudian terus dilakukan secara turun temurun. Hanya ada perubahan nama dari Kerapan Sapi menjadi Karapan Sapi.

Sebelum kerapan dimulai semua sapi-kerap diarak memasuki lapangan, berparade agar dikenal. Kesempatan ini selain digunakan untuk melemaskan otot-otot sapi juga merupakan arena pamer akan keindahan pakaian/hiasan sapi-sapi yang akan berlomba. Sapi-sapi itu diberi pakaian berwarna-warni dan gantungan-gantungan genta di leher sapi berbunyi berdencing-dencing serta untaian manik – manik yang indah menghias sapi – sapi tersebut. Setelah parade selesai, pakaian hias mulai dibuka. Hanya pakaian yang tidak mengganggu gerak tubuh sapi saja yang masih dibiarkan melekat.

Budaya Madura yang Telah Mendunia, "Kerapan Sapi"
Tokang Tongko’

Sapi yang akan bertanding akan di kenakan “Kaleles”. Yaitu tempat Tokang Tongko’ atau joki sapi berdiri memacu mengendalikan sapi – sapi  yang sedang berlari kencang. Seorang joki diharuskan memiliki keberanian dan keterampilan dalam menggendarai sapi-sapi yang sedang berlari dengan kencangnya. Joki sapi ini terus memukul mukulkan tongkat ke bagian belakang sapi bertujuan agar sapi terus berlari dengan cepat.

Untuk mendapatkan sepasang sapi kerapan yang kuat dan cepat tidaklah mudah. Sejak umur 6 bulan sapi sudah dilatih agar bisa berlari dengan kencang. Makanan yang diberikan untuk sapi kerapan ini berbeda dengan pakan sapi ternak biasa. Pemilik sapi kerapan memberikan pakan yang berkualitas super supaya bisa menambah stamina dan daya pacu sapi – sapinya.

Selain makanan yang istimewa, sapi karapan ini juga diberikan jamu khusus oleh sang pemilik. Orang madura terkenal dengan kepiawaiannya meracik jamu – jamu yang tocer. Begitupun jamu untuk sapi, sang pemilik meracik jamu dari beberapa bahan diantaranya. 100 butir telur ayam kampung, kopi pait, minuman bersoda, minuman spuplemen, dan bahan rahsia lainnya tergantung dengan sang pemilik sapi. Pemberian jamu ini dilakukan di pagi dan malam hari.
Masih ada perlakuan khusus laiannya yang di dapatpara sapi – sapi ini. Mereka dimandikan dengan shampo dan sabun. Sang pemilikpun juga mendatangkan dokter hewan 3 bulan sekali guna memeriksa dan merawat kesehatan sapi mereka.

Baca juga:  Madura Jagokan 12 Destinasi Wisata, Agenda Liburan Akhir Tahun

Harga sapi karapan ini akan sangat melambung tinggi apabila sang sapi membawa tropy juara pada kejuaraan Karapan Sapi. Harga bagi pemenang lomba Karapan Sapi ini sangat fantastis. Tak tanggung – tanggung harganya akan mencapai ratusan juta. Harga yang sebanding dengan perawatan dan kualitas sapi – sapi tersebut.

Bagi yang penasaran akan meriah dan heroiknya Karapan Sapi, dapat hubungi kami. Acara nonton Karapan Sapi sudah Kami masukkan dalam paket Wisata Sumenep Madura yang kami miliki. Cek Jadwal event dan Harga Paketnya.

Rental Mobil | Bus Pariwisata | Biro Perjalanan | Jadwal Travel | Penginapan | Toko Oleh-Oleh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.